Adil Dan Transparant

Junaidi Parapat : Kehadiran Relawan 4500 Anti Narkoba Mempersempit Peredaran Narkoba

79

MEDAN- Pada saat ini sudah ada 4.500 relawan anti narkoba yang tersebar di 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara (Sumut). Mereka telah dikukuhkan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi Selasa, (22/8/2023).

Terkait hal ini politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Junaidi Parapat menyampaikan kehadiran relawan ini pun kini banyak menaruh harapan besar bagi masyarakat. Sebab kehadiran narkoba sudah sangat lama meresahkan masyarakat.

” Harapan kita tentunya kehadiran relawan anti narkoba ini dapat mempersempit peredaran narkoba di Sumut. Kehadiran mereka harus bisa membuat perubahan atas situasi yang sekarang ini sudah bisa dibilang darurat narkoba karena keberadaannya dimana-mana, “papar Junaidi.

Ketua DPD PKS Deli Serdang ini bilang untuk pemberantasan narkoba tentu bukan hanya menjadi tanggungjawab para relawan anti narkoba saja. Selain tanggungjawab negara juga harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

” Kalau hanya mengharapkan dari relawan anti narkoba ini saja tentu persoalan narkoba tidak akan pernah selesai. Kita juga inginkan agar relawan ini bisa menjalankan tupoksinya dengan baik kedepannya dan harus dirasakan manfaat kehadirannya bukan hanya sekedar dikukuhkan saja karena harapan masyarakat juga besar sama mereka, “sebut Junaidi yang juga merupakan Bacaleg DPR RI Dapil Sumut 1 meliputi daerah Medan, Deli Serdang, Serdang Bedagai dan Tebing Tinggi.

- Advertisement -

Pada saat mengukuhkan 4500 relawan anti narkoba ini Gubernur Edy Rahmayadi mengatakan peredaran dan penyalahgunaan narkoba merupakan permasalahan yang harus ditangani bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat.

“Sinergi antara penegak hukum, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat dan termasuk seluruh elemen masyarakat menjadi salah satu kunci dalam memerangi narkoba,” kata Edy Rahmayadi.

Menurutnya, peredaran narkoba saat ini, sudah sangat mengkhawatirkan, karena menyasar semua kalangan, tidak hanya remaja dan orang tua, tetapi anak-anak juga. “Bahkan tidak hanya di kota, di desa juga sudah banyak peredaran narkoba,” sebutnya.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan ini menjelaskan penguatan program rehabilitasi serta pendekatan pencegahan melalui kampanye edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat juga kian digalakkan. “Segala upaya udah kita lakukan untuk narkoba ini, menggerakkan TNI/Polri semua, termasuk wartawan kita semua sudah buat edukasi,” kata Edy Rahmayadi.

Berdasarkan data kawasan rawan narkotika oleh BNN RI pada tahun 2022, terdapat 1.192 wilayah dengan bahaya dan waspada di Sumut. Adapun jumlah pengguna narkoba di Sumut hingga setahun terakhir sebanyak 1,5 juta orang atau 10 persen dari jumlah penduduk (*).

Leave A Reply

Your email address will not be published.