Adil Dan Transparant

Menderita Kanker Tulang, Pelajaran SMP di Lubukpakam Harapkan Kedatangan Dermawan

74

DELISERDANG-Warga Dusun Mesjid Satu, Desa Sekip Kecamatan Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang, Eldiansyah (13) yang menderita penyakit kanker tulang ganas dibagian pahanya, saat ini membutuhkan uluran tangan dari para dermawan, karena kesulitan dalam biaya untuk berobat.

” Kami orang kurang mampu, berharap ada orang yang dermawan untuk membantu biaya perobatan untuk menyembuhkan penyakit anak saya yang kata dokter kena kanker ganas,” kata Budi Purwanto (46) Ayahnya Eldi.

Budi menyebutkan, saat ini ia hanya dapat memberikan obat pereda nyeri dan mengkompres kaki anaknya yang terus membengkak bila anaknya merintih kesakitan. Setiap hari ia dan istrinya Wuriani (36) mengurus anaknya bergantian semampunya saja.

” Kami dulu pernah membawa Eldi berobat ke Rumah Sakit Umum Deliserdang, namun dirujuk ke ke Rumah Sakit di Medan. Tapi karena dokter mengatakan kalau jalan terakhir bila gagal dioperasi kaki anak kami akan diamputasi, kami merasa takut dan terpaksa kami bawa pulang. Lagi pula semasa dirumah sakit juga bolak balek ke Medan, kami kesulitan biaya selama menjaganya dirumah sakit. Apa lagi saya harus mencari uang untuk biaya hidup sehari hari, karena masih ada tanggungan dua anak lagi yang butuh makan dan biaya sehari hari,” ucap Budi yang keseharian bekerja sebagai penjual bakso bakar keliling.

Budi menceritakan awalnya penyakit yang menimpa anaknya itu sekira setahun lalu, usai pulang sekolah Eldi merasakan sakit dibagian pahanya. Dan dikira terkilir atau terbentur sesuatu. Lalu hanya dibawa kusuk.

- Advertisement -

” Namun kelamaan kaki Eldi membengkak dan makin besar. Kami mau bawa kerumah sakit tapi tak punya uang. Jadi kami urus BPJS berbayar lalu kami bawa ke Rumah Sakit dan terakhir itu dirujuk ke RS Adam Malik Medan, hingga disebutkan dokter ada cerita tentang amputasi kami bawa pulang. Dan sampai sekarang tak pernah lagi dibawa ke dokter. Selain itu BPJS juga tak sanggup kami membayar iuran bulanannya sejak bulan Februari 2023 kemarin sampai sekarang. Ekonomi kami sangat sulit belakangan ini dan upaya berobat alternatif juga terus kami lakukan supaya anak kami bisa sembuh,” ujar Budi.

Kini Eldi yang duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama ( SMP) Kelas 8 di SMPN 3 Lubukpakam ini sudah tidak bisa lagi pergi kesekolah, karena kakinya sakit kalau dibuat jalan dan bengkaknya juga makin besar. Meski keinginannya untuk sekolah tinggi tapi apa daya ia hanya bisa berbaring dirumahnya.

Hatinya sedih bila melihat teman temannya pergi sekolah sementara ia tidak bisa. Ia juga selalu ingin sembuh agar bisa kembali normal bermain dengan teman teman seusianya.

Budi berharap masih dapat berjuang keras agar anaknya tidak diamputasi dan ia juga berharap bila nanti berobat tidak lagi dibawa ke Medan karena jauh dari rumahnya dan ia tidak bisa bekerja untuk biaya hidup sehari hari.

“Jujur mas, saya berkeyakinan anak saya bisa sembuh dan kembali sekolah. Sedih saya melihatnya tapi apa daya. Kehidupan ekonomi kami seperti ini, mau minta tolong pada siapa kami sudah tidak tau lagi. Untuk berobat saja kami sudah hutang hutang, saat ini juga ada hutang yang belum bisa kami lunasi,” ucap Budi.

Berdasarkan pantauan, Eldi hanya terbaring lesu di tempat tidurnya, hingga tak berdaya di atas kasur yang sudah lusuh. Bahkan saat ia buang air kecil, mandi serta sesekali mau keluar rumah terpaksa dipapah oleh ibu atau ayahnya.(*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.